Pukul 09.00 tanggal 25 Oktober, batch pertama kue custard dipanggang di sebuah supermarket di Jalan Phan Van Tri, Distrik Go Vap, Kota Ho Chi Minh. Puluhan pelanggan telah mengantre 30-60 menit sebelumnya dan dengan cepat memborong semuanya.
"Saya datang ke sini dari Distrik 8 untuk membeli roti setelah menonton video daring, penasaran dengan rasanya. Saya belum pernah makan roti jenis ini sebelumnya. Saya datang dan menunggu 1,5 jam untuk roti segar yang baru keluar dari oven," ungkap seorang pelanggan.
Orang-orang mengantre untuk membeli roti pada pagi hari tanggal 25 Oktober (Foto: Nhu Khanh)
Oleh karena itu, kue custard dikenal sebagai kue dengan kulit yang kenyal, dengan lapisan isian yang lembut dan creamy di dalamnya. Kombinasi kedua bahan ini telah memuaskan banyak pencinta makanan manis.
Baru-baru ini, setelah beberapa klip yang memberikan pujian "bersayap" untuk kue custard di media sosial, jenis kue yang sudah ada sejak lama ini tiba-tiba menjadi "populer" lagi. Orang-orang mengantre dari pagi hingga malam untuk membelinya di toko-toko swalayan dan supermarket. Di antara toko-toko di Kota Ho Chi Minh, Emart (Distrik Go Vap, Kota Thu Duc) adalah salah satu tempat dengan jumlah pelanggan terbanyak yang datang untuk membeli kue.
Menurut seorang karyawan di supermarket Emart, konter roti saat ini menjual 6 batch kue custard setiap hari, dengan jarak antar batch sekitar 2 jam. Jumlah kue berkisar antara 900-1.000, dan meningkat menjadi 1.000-1.500 di akhir pekan. Kue-kue tersebut dibagi rata ke dalam kotak-kotak, masing-masing kotak berisi 3 kue dengan harga 28.000 VND/kotak. Kue-kue di sini memiliki dua rasa dasar: krim susu dan cokelat.
Kue custard sedang menjadi tren (Foto: Pham Su)
Sebelumnya, jumlah pelanggan tidak terlalu banyak, sehingga pelanggan dapat membeli dengan leluasa. Namun, saat ini, karena jumlah kue yang tersedia tidak mencukupi, pihak supermarket membatasi setiap pelanggan untuk membeli maksimal 2 kotak/waktu. Karyawan ini juga menambahkan bahwa selain menjual langsung di konter, pihak supermarket juga menjual kue melalui aplikasi, sehingga jumlah kue yang tersedia sulit untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Pham Su (lahir tahun 2002, mahasiswa Universitas Terbuka Kota Ho Chi Minh) pergi ke supermarket Emart selama dua hari berturut-turut untuk membeli kue tersebut. "Hari pertama saya ke sana, sangat ramai sampai-sampai tidak ada lagi kue. Keesokan harinya, saya pergi sekitar pukul 13.00 dan berebut membeli 2 kotak. Bagi saya, kue ini rasanya lebih enak daripada koin keju, dan harga per kotaknya cukup terjangkau," ujar Pham Su.
Setelah pukul 10 pagi, sudah hampir seratus pelanggan mengantre menunggu kue custard terbaru keluar dari oven. Banyak pelanggan khawatir datang sore atau malam hari akan ramai, jadi mereka memilih datang pagi-pagi, tetapi tetap saja mereka harus menunggu berjam-jam untuk kuenya.
Sumber: Duc Hieu, Ai Linh, Hao Hao
Duc Hieu (23 tahun, Kota Ho Chi Minh) juga salah satu yang harus mengantre untuk mendapatkan sekotak kue custard sekitar pukul 18.00 pada tanggal 22 Oktober. "Jumlah pelanggannya luar biasa. Bagi saya, makan satu kue saja sudah cukup. Membelinya untuk disimpan di kulkas dan dimakan perlahan-lahan rasanya lebih baik. Harganya juga lumayan, tapi saya rasa kue ini hanya akan populer untuk sementara waktu," kata Hieu.
Ketika jumlah kue di supermarket tidak dapat memenuhi kebutuhan belanja masyarakat, banyak toko roti dan beberapa individu juga memanfaatkan peluang untuk secara proaktif mengimpor kue untuk dijual. Ibu Ngoc Mai (dari Lang Son ) adalah salah satu yang mengimpor kue custard untuk dijual. Ibu Mai mengatakan bahwa orang-orang di Lang Son juga berbondong-bondong membeli kue jenis ini.
"Saya mengimpor kue ini dari teman saya. Selain dua rasa dasar custard, kue ini sekarang memiliki banyak rasa lain seperti matcha, stroberi... Saat ini, saya menjual sekitar 50-100 kotak per hari, setiap kotak berisi 3 potong. Harganya sekitar 35.000-45.000 VND/kotak, dan saya mendapat untung 5.000-10.000 VND/kotak," ungkap Ibu Mai.
Suasana antrean untuk membeli roti pada pagi hari tanggal 25 Oktober (Video: Nhu Khanh)
Vo Nhu Khanh
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)