Pemimpin kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters pada 12 Januari bahwa dalam perundingan dengan militer Myanmar dan dengan partisipasi utusan khusus Tiongkok, aliansi tiga kelompok pemberontak, yang dikenal sebagai Aliansi Tiga Saudara, telah sepakat untuk "menghentikan tembakan dan menghentikan kemajuan."
"Dari pihak (koalisi), kesepakatannya adalah untuk tidak menyerang kamp atau kota musuh. Dari pihak militer, kesepakatannya adalah untuk tidak melakukan serangan melalui serangan udara, penembakan, atau senjata berat," tambah pemimpin TNLA tersebut.
Anggota kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) berjaga di kompleks kuil di kotapraja Namhsan di Negara Bagian Shan di Myanmar utara pada 13 Desember 2023.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga mengatakan hari ini bahwa pihaknya memfasilitasi perundingan damai antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak Myanmar di kota Kunming (Tiongkok) dari 10-11 Januari, dan kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan pertempuran dan menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi, menurut Reuters.
Saat ini belum ada informasi mengenai konfirmasi pemerintah militer Myanmar mengenai pengumuman di atas oleh TNLA dan China.
Tiongkok merespons setelah warga terluka akibat tembakan artileri dari Myanmar
Dua kelompok pemberontak lainnya dalam Aliansi Tiga Saudara, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Arakan (AA), tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pembicaraan tersebut.
Pertempuran telah meletus di negara bagian Shan, Myanmar sejak tiga kelompok pemberontak melancarkan serangan gabungan terhadap militer pada akhir Oktober 2023.
Secara total, aliansi tiga kelompok tersebut mengklaim telah merebut sedikitnya 422 pangkalan dan tujuh kota dari militer Myanmar sejak 27 Oktober, menurut AFP.
Sementara itu, setidaknya 378 warga sipil telah tewas dan lebih dari 660.000 orang telah mengungsi di Myanmar sejak akhir Oktober, menurut Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)