Selain pujian atas fitur-fiturnya yang inovatif, Vision Pro juga menghadapi sejumlah kontroversi, terutama terkait harganya yang mahal dan beberapa masalah terkait keamanan.
Vision Pro tidak hanya menawarkan pengalaman pengguna yang benar-benar baru, tetapi juga meraih banyak pencapaian luar biasa di bidang teknologi. Salah satu hal yang paling mengesankan adalah sistem pelacakan mata pada perangkat ini. Namun, di sinilah produk ini menjadi target eksploitasi keamanan jenis baru yang belum pernah terlihat sebelumnya di perangkat lain.
Vision Pro dianggap sebagai salah satu headset augmented reality (AR) terbaik yang tersedia saat ini.
Para peneliti telah menemukan bahwa kita dapat mengetahui apa yang diketik pengguna hanya dengan melacak gerakan mata mereka. Prinsip yang digunakan Apple untuk memungkinkan pengguna menavigasi dan bernavigasi melalui antarmuka visionOS secara tidak sengaja telah menjadi alat yang dapat digunakan untuk melawan mereka dengan akurasi yang mencengangkan. Lebih spesifiknya, menurut penelitian tersebut, dengan menganalisis gerakan mata, para peneliti dapat menebak kata sandi dengan akurasi hingga 77% dalam lima percobaan pertama. Untuk pesan teks, tingkat akurasinya bahkan lebih tinggi, mencapai 92%.
Perlu dicatat bahwa eksploitasi ini tidak mengharuskan peretasan langsung terhadap perangkat Vision Pro. Sebaliknya, karakter virtual (avatar) yang digunakan pengguna untuk merepresentasikan diri mereka di dunia virtual merupakan alat bagi penyerang untuk menguraikan apa yang mereka ketik. Hanya dengan melacak dan menganalisis gerakan mata karakter-karakter ini, seseorang dapat mengumpulkan data sensitif pengguna.
Untungnya, kerentanan tersebut tidak dieksploitasi sebelum para peneliti memberi tahu Apple pada bulan April tahun ini. Perusahaan merespons dengan merilis patch untuk visionOS 1.3 pada akhir Juli. Namun, banyak yang mempertanyakan mengapa Apple membutuhkan waktu begitu lama untuk memperbaiki masalah ini, terutama ketika solusinya semudah menonaktifkan karakter virtual saat pengguna mengetik. Bagaimanapun, yang terpenting adalah kerentanan tersebut telah diatasi, sehingga keamanan pengguna tetap terjaga.
X [sematkan]https://www.youtube.com/watch?v=IY4x85zqoJM[/sematkan]
Insiden keamanan ini mengingatkan kita pada kiasan fiksi ilmiah , di mana teknologi dapat mencapai hal-hal yang tampaknya mustahil, seperti membaca gerak bibir dari jarak jauh atau memperbesar gambar dengan cara yang tidak masuk akal. Namun kali ini, kemampuan pelacakan mata Vision Pro merupakan bukti nyata potensi teknologi modern.
Vision Pro mungkin dianggap sebagai salah satu headset augmented reality (AR) terbaik yang tersedia saat ini. Namun, kisah ini juga mengingatkan kita bahwa ketika mengembangkan teknologi baru, produsen harus selalu siap menghadapi tantangan keamanan baru yang dapat dihadirkan oleh teknologi.
Hung Nguyen (Menurut PhoneArena)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/lo-hong-bao-mat-tu-chuyen-dong-mat-tren-apple-vision-pro-post312322.html
Komentar (0)