Sebuah postingan di platform AI StudyX mencocokkan pertanyaan dalam ujian matematika kelulusan sekolah menengah atas pada tanggal 26 Juni.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR
Menurut Mayor Jenderal Tran Dinh Chung, setelah informasi dugaan kebocoran soal matematika untuk ujian kelulusan SMA 2025 tersebar di media sosial, Kementerian Keamanan Publik berkoordinasi untuk menyelidiki dan memverifikasi sumber informasi tersebut. Kementerian Keamanan Publik kemudian menetapkan bahwa 3 peserta di 2 dewan ujian menggunakan aplikasi AI (kecerdasan buatan) untuk melakukan kecurangan, dan semua peserta mengakui kesalahan mereka.
Di antara mereka, dua kandidat menggunakan ponsel mereka untuk mengambil foto sebagian soal ujian, lalu mengirimkannya ke aplikasi AI untuk meminta bantuan. Kandidat lainnya menggunakan kamera kecil yang terpasang di bahunya untuk mengambil foto dan mengirimkannya kepada orang lain untuk meminta bantuan. Ini adalah dua kelompok kandidat yang berbeda dan tidak memengaruhi keamanan dan keselamatan keseluruhan ujian, tegas Bapak Chung.
"Ke depannya, kami akan terus mengkonsolidasikan catatan dan dokumen untuk klarifikasi lebih lanjut, kemudian berdasarkan sifat dan tingkat konsekuensinya, kami akan menanganinya secara ketat sesuai peraturan," tegas Bapak Chung.
Wakil Direktur Departemen A03 juga menyatakan bahwa di masa mendatang, penggunaan AI untuk penipuan akan semakin canggih, sehingga membutuhkan solusi yang sinkron untuk mencegah dan menghentikannya. Untuk mengatasi masalah ini, pihak-pihak terkait akan terus menerapkan teknologi yang lebih canggih untuk memerangi dan mencegah penggunaan AI untuk penipuan, sekaligus terus memperkuat koordinasi dan proposal antar pihak.
Mayor Jenderal Tran Dinh Chung juga menyarankan agar semua pihak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar dan masyarakat terkait untuk mencegah masalah ini sejak awal.
Source: https://thanhnien.vn/phat-hien-3-thi-sinh-dung-ai-gian-lan-thi-tot-nghiep-thpt-theo-bo-cong-an-185250627183035474.htm
Komentar (0)