Menurut South China Morning Post, durian Vietnam dan Malaysia tengah bersaing ketat untuk merebut "tahta" Thailand di pasar Cina.
Durian dari Vietnam dan Malaysia dapat merebut tahta Thailand di Cina, karena negara tersebut mengimpor durian dalam jumlah rekor pada tahun 2024, South China Morning Post melaporkan.
Durian Vietnam sedang dalam "perlombaan" untuk "melengserkan" durian Thailand di Tiongkok. Foto ilustrasi: Getty Image |
Menurut data Bea Cukai Tiongkok, negara tersebut mengimpor durian senilai $6,99 miliar pada tahun 2024. Namun, tingkat pertumbuhan di Tiongkok masih agak lebih lambat dibandingkan dengan 66% yang tercatat pada tahun 2023, setelah Vietnam resmi memasuki pasar.
Pada bulan Desember saja, Tiongkok mengimpor hampir 60 juta durian, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor durian dari Thailand ke Tiongkok tahun lalu turun 12% dibandingkan tahun 2023.
Durian Thailand telah lama menjadi raja pasar Tiongkok, menyumbang 68% dari impor durian pada tahun 2023. Namun, pangsa pasarnya di Tiongkok turun menjadi 57% tahun lalu, akibat masalah penyalahgunaan bahan kimia dalam budidaya dan penurunan produksi setelah gelombang panas yang parah.
Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok baru-baru ini meminta Thailand untuk memberikan laporan uji coba tanaman durian setelah menemukan kadar pewarna kimia Basic Yellow 2 yang berlebihan. Sejak 10 Januari, otoritas Tiongkok telah melakukan pemeriksaan acak terhadap sampel buah di semua pos pemeriksaan perbatasan.
Menurut saluran media Vision Thai, Bea Cukai Tiongkok minggu lalu mengembalikan sekitar 100 kontainer durian yang dikirim ke negara tersebut sebelum 10 Januari, yang menyebabkan kerugian sebesar 500 juta baht (setara dengan 368 miliar VND).
Sebaliknya, impor durian Tiongkok dari Vietnam meningkat 14,6% tahun-ke-tahun bulan lalu dan meningkat 37,56% pada tahun 2024, mencapai total omzet 2,9 miliar USD.
Tiongkok juga mulai menerima kiriman durian segar dari Filipina pada April 2023. Impor dari negara tersebut ke Tiongkok tahun lalu bernilai $32,5 juta, naik 144,4% dari tahun ke tahun.
Menurut South China Morning Post, Tiongkok memiliki "kecintaan yang luar biasa" terhadap durian, yang mendorong para pelaku bisnis di negara ini untuk meluncurkan serangkaian program promosi, termasuk hidangan rasa durian untuk memuaskan "haus" konsumen. Baru-baru ini, sebuah restoran prasmanan di kota Shenzhen menjadi terkenal di media sosial karena memiliki menu dengan lebih dari 200 hidangan rasa durian.
Untuk memenuhi permintaan domestik yang tinggi, Tiongkok kini telah mulai menanam beberapa pohon durian di Pulau Hainan. Namun, produksi awal varietas ini sangat kecil, karena pohon durian membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai kematangan penuh.
Pihak berwenang China juga khawatir tentang nilai gizi durian yang ditanam di dalam negeri, setelah sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa durian yang ditanam di dalam negeri kekurangan antioksidan, yang umumnya ditemukan pada varietas durian asing.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/sau-rieng-viet-nam-se-soan-ngoi-thai-lan-tai-trung-quoc-371098.html
Komentar (0)