Sesuai rencana ujian kelulusan SMA tahun 2025, selain mata pelajaran Sastra yang akan diujikan dalam format esai, mata pelajaran lain akan diujikan dalam bentuk soal pilihan ganda objektif. Khususnya, mata pelajaran Bahasa Asing akan tetap menggunakan format soal pilihan ganda tradisional seperti tahun-tahun sebelumnya.
Mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Geografi, Pendidikan Ekonomi dan Hukum, Teknologi Informasi, dan Teknologi mempunyai soal pilihan ganda yang berorientasi pada penilaian kapasitas, sekaligus meningkatkan kemampuan mengklasifikasikan kandidat.
Secara khusus, selain pertanyaan pilihan ganda, ada dua format baru: pertanyaan benar/salah dan jawaban singkat.
Ubah cara penghitungan skor pilihan ganda untuk ujian kelulusan SMA tahun 2025. (Foto ilustrasi)
Dalam format soal benar/salah, skala penilaian tidak lagi dibagi rata. Setiap soal memiliki 4 pilihan, dan untuk setiap pilihan yang dipilih kandidat, kandidat yang memilih 1 pilihan dengan benar dalam soal akan mendapatkan 0,1 poin; 2 pilihan dengan benar dalam soal akan mendapatkan 0,25 poin; 3 pilihan dengan benar dalam soal akan mendapatkan 0,5 poin; dan 4 pilihan dengan benar dalam soal akan mendapatkan 1 poin. Format ini mengharuskan kandidat memiliki kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan yang komprehensif untuk mencapai skor maksimal. Probabilitas memilih skor maksimal secara acak adalah 1/16, 4 kali lebih kecil daripada format tes pilihan ganda saat ini.
Soal pilihan ganda jawaban singkat serupa dengan soal esai dan dievaluasi berdasarkan hasil akhir yang harus diisi peserta pada lembar jawaban. Setiap jawaban yang benar bernilai 0,25-0,5 poin.
Kedua format ini mengharuskan kandidat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang solid, dan membatasi penggunaan "trik" untuk memilih jawaban dari pilihan yang membingungkan seperti dalam tes pilihan ganda.
Ujian kelulusan SMA tahun 2024 dan sebelumnya, mata pelajaran pilihan ganda hanya memiliki satu jenis soal, dan nilainya akan dibagi rata, tergantung pada jumlah soal dalam setiap ujian. Baik soal tersebut mudah atau sulit, pemahaman atau penerapannya rendah atau tinggi, semuanya memiliki nilai yang sama.
Mulai tahun 2025, para kandidat akan mengikuti ujian kelulusan SMA dengan empat mata pelajaran. Dua mata pelajaran wajib adalah Matematika dan Sastra. Dua mata pelajaran lainnya, para kandidat memilih dari mata pelajaran yang mereka pelajari di SMA, meliputi: Kimia, Fisika, Biologi, Geografi, Sejarah, Pendidikan Ekonomi dan Hukum, Teknologi Informasi, Teknologi, dan Bahasa Asing (7 bahasa: Inggris, Jerman, Rusia, Jepang, Prancis, Mandarin, Korea).
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengumumkan struktur dan contoh soal ujian kelulusan tahun depan. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyatakan bahwa struktur soal tersebut telah diujicobakan di sejumlah provinsi dan kota. Para ahli menyatakan bahwa cara penghitungan skor jawaban benar/salah menggunakan teori ujian modern. Setiap soal memiliki bobot skornya masing-masing, dengan soal yang sulit mendapatkan skor lebih tinggi daripada soal yang mudah. Oleh karena itu, soal yang paling banyak dijawab dengan benar oleh siswa hanya mendapatkan 0,1 poin. Semakin sulit soal, semakin banyak poin yang didapatkan, dan soal terakhir yang paling sulit mendapatkan 0,5 poin. Hal ini membantu mengklasifikasikan kandidat yang baik, cukup baik, dan rata-rata.
Metode ini dipelajari dari ujian internasional seperti SAT dan PISA untuk memastikan kewajaran. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah menghitung dengan cermat 4 ide dalam sebuah pertanyaan, dari tingkat mudah hingga sulit. Menjawab setiap ide dengan benar hanya akan mendapatkan 0,1 poin. Hal ini mencegah tebak-tebakan, karena pertanyaan-pertanyaannya seringkali saling terkait. Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan yang mudah, akan sulit untuk menjawab pertanyaan yang sulit, kecuali Anda "beruntung".
Banyak pakar juga meyakini bahwa probabilitas untuk mendapatkan skor maksimum secara acak pada soal benar/salah adalah 1/16, 4 kali lebih kecil daripada format tes pilihan ganda saat ini. Hal ini wajar, menghindari situasi hujan angka 10. Untuk mencapai skor sempurna, kandidat harus memiliki kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan yang komprehensif.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/thay-doi-cach-tinh-diem-trac-nghiem-thi-tot-nghiep-thpt-2025-ar909490.html
Komentar (0)