Dalam industri roti internasional, di mana teknik memanggang mencapai puncak kreativitas, kemenangan bukan sekadar masalah beberapa medali.
Ini adalah pengakuan bagi sebuah profesi yang cukup matang untuk terjun ke dunia dengan kemampuannya sendiri. Dan kali ini, Vietnam telah melakukannya.
Dari tanggal 18 hingga 20 Juli di kota pesisir Penang (Malaysia), Battle of The Pastry & Bakery 2025, di bawah naungan Asosiasi Koki Dunia (Worldchefs), secara resmi ditutup dengan kemenangan gemilang bagi tim koki Vietnam.
Melebihi lebih dari 400 kontestan dari berbagai negara dan wilayah, delegasi Vietnam tidak hanya memenangkan 16 Medali Emas, 5 Medali Perak, 11 Medali Perunggu, tetapi juga secara luar biasa memenangkan 2 piala utama, termasuk piala kejuaraan keseluruhan - penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Ini bukan hanya sebuah prestasi di arena kue dan roti Asia, tetapi juga kedua kalinya Vietnam mencapai puncak pada ajang internasional tingkat tinggi ini, yang diselenggarakan oleh juri kuliner terkemuka di dunia.
Menegaskan kelas profesi pembuat kue Vietnam
Bagi para pakar internasional, Battle of The Pastry & Bakery bukan sekadar kompetisi keterampilan memanggang. Ini adalah ajang untuk mendemonstrasikan secara komprehensif faktor-faktor berikut: Teknik, estetika, selera kuliner , dan kapasitas penyelenggara kompetisi profesional.
Dari kue pengantin, kue es, roti artistik hingga patung cokelat, tim harus menampilkan "simfoni kue" - "konser" kuliner yang sempurna antara teknik dan emosi, antara kecanggihan dan kreativitas.
Dan di panggung itu, industri roti Vietnam benar-benar tampil ke permukaan dengan kedudukan yang setara dengan kekuatan-kekuatan kue kering Asia.
Tim koki Vietnam terdiri dari 15 kontestan dari: Kota Ho Chi Minh, Hanoi , Vinh Long, Phu Quoc dan Da Nang.
Di bawah kepemimpinan Chef Le Thi Kieu Oanh (Kieu Oanh - Cherry) dan dukungan profesional dari para ahli: Doi Thi Ngoc Diep, Tran Nhat Truong, Dang Duoc Thao, tim menunjukkan semangat kompetitif yang gigih dan berani.
Selama tiga hari kompetisi, tim Vietnam tak hanya berkompetisi dalam hal teknik, tetapi juga menunjukkan kelas mereka dalam kreativitas dan kerja sama tim. Kue pengantin yang puitis, kreasi gula dan cokelat yang menyerupai patung, serta roti artistik yang mencapai tingkat kecanggihan, benar-benar meyakinkan para juri.
Khususnya, koki Duong Minh Tri dianugerahi 3 Medali Emas individu dan memenangkan Piala "Koki Terbaik Kompetisi" - sebuah gelar yang sangat sulit diraih dalam kompetisi memanggang internasional, di mana ketelitian pada setiap detail didorong ke tingkat maksimum.
Dapur Manis Vietnam: Dari Tanah Air ke Kelas Internasional
Untuk mencapai prestasi ini, para profesional memahami bahwa di balik piala tersebut terdapat latihan selama berbulan-bulan, malam-malam hanya tidur satu jam untuk menyempurnakan setiap detail pekerjaan.
Teknik memanggang, membentuk, dan memahat gula dan coklat bukan lagi sekadar permainan kreatif, tetapi kristalisasi ketekunan, keterampilan, dan semangat tim.
Chef Kieu Oanh, yang dikenal sebagai "pembawa api" bagi generasi koki muda, telah memimpin tim untuk berkompetisi dan membawa citra masakan Vietnam ke dunia dengan penampilan yang modern, profesional, dan terpadu.
Segera setelah kompetisi berakhir, Ketua Juri Kenny Kong (Singapura), salah satu pakar kue terkemuka di Asia, mengirimkan surat ucapan selamat resmi kepada Asosiasi Pariwisata Vietnam. Dalam surat tersebut, beliau menekankan:
Saya telah menyaksikan upaya gigih, semangat tim yang luar biasa, dan keterampilan luar biasa tim Vietnam. Di bawah bimbingan profesional Chef Kieu Oanh, kalian telah menciptakan karya-karya sempurna, mulai dari kue pengantin hingga seni gula. Ini adalah kemenangan yang sangat layak.
"Dedikasi dan semangat tim kalian sungguh menginspirasi. Meskipun hanya tidur satu jam sehari, kalian bekerja tanpa lelah untuk menunjukkan keahlian kalian, yang diasah melalui latihan dan praktik yang ketat," ujarnya.
Status baru bagi industri roti Vietnam
Jika di masa lalu, profesi pembuat kue di Vietnam dianggap sebagai "belakang panggung" dalam industri kuliner, kini, kemenangan ini telah menandai titik balik yang tak terlupakan.
Tidak lagi menjadi profesi tradisional yang terkait dengan kue rakyat, pembuatan kue Vietnam secara bertahap menjadi profesi profesional, yang terintegrasi secara mendalam dengan dunia.
Kemenangan di Malaysia juga menjadi bukti pertumbuhan luar biasa Asosiasi Roti Vietnam, Asosiasi Koki Saigon, Asosiasi Koki Vietnam, organisasi anggota Asosiasi Pariwisata Vietnam, yang telah berkoordinasi secara efektif dalam pelatihan dan pengembangan staf muda.
Vietnam bukan lagi sekadar "tamu kehormatan" dalam kompetisi internasional. Vietnam adalah pemenang, juara, dan representasi industri roti yang menegaskan kelasnya, mampu bersaing dengan kekuatan kuliner di kawasan dan dunia.
Trofi juara umum di Battle of The Pastry & Bakery 2025 merupakan puncak pengakuan atas proses peningkatan profesi pembuat roti Vietnam, dari sekadar kerajinan menjadi industri kuliner kreatif dan terintegrasi secara global.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/viet-nam-vo-dich-cuoc-thi-banh-ngot-va-banh-mi-quoc-te-2025-154642.html
Komentar (0)