Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menetapkan 20 sertifikat bahasa asing dikecualikan dari ujian bahasa asing dalam mempertimbangkan pengakuan kelulusan sekolah menengah atas.
Peraturan tentang ujian kelulusan sekolah menengah atas yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, berlaku mulai tahun 2025, menetapkan daftar sertifikat bahasa asing yang dikecualikan dari ujian bahasa asing sebagai pengakuan kelulusan sekolah menengah atas. Dari daftar tersebut, 12 sertifikat berbahasa Inggris, sisanya adalah sertifikat berbahasa Rusia, Prancis, Jerman, Jepang, dan Mandarin.
Sertifikat yang dibebaskan dari ujian bahasa asing pada ujian kelulusan SMA tahun 2025 meliputi:
Daftar sertifikat yang dibebaskan dari ujian bahasa asing pada ujian kelulusan SMA
FOTO: FOTO DOKUMEN
Dengan demikian, calon peserta yang memiliki salah satu sertifikat pada daftar di atas atau sertifikat bahasa asing yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan setara dengan Kerangka Kerja Kemahiran Bahasa Asing 6 tingkat untuk Vietnam (tingkat 3 atau lebih tinggi dan berlaku hingga tanggal pendaftaran ujian) akan dibebaskan dari ujian bahasa asing dalam pengakuan kelulusan sekolah menengah atas pada tahun 2025.
Namun, poin baru dalam ujian kelulusan SMA tahun 2025 adalah meskipun sertifikat bahasa asing akan tetap digunakan untuk dikecualikan dari ujian dalam pengakuan kelulusan, sertifikat tersebut tidak akan dikonversi menjadi 10 poin seperti pada ujian tahun 2024.
Terkait perubahan ini, kepada reporter Thanh Nien , Bapak Huynh Van Chuong, Direktur Departemen Manajemen Mutu (Kementerian Pendidikan dan Pelatihan), menjelaskan: "Metode ini tetap mendorong pembelajaran bahasa asing tetapi bertujuan untuk lebih adil dalam ujian kelulusan. Misalnya, sebelumnya, siswa dengan sertifikat IELTS 4.0 juga diubah menjadi skor 10 seperti halnya siswa dengan skor IELTS 8.5."
Bapak Chuong juga mencatat bahwa kandidat yang memenuhi syarat untuk dikecualikan dari ujian bahasa asing tetapi tetap ingin mengikuti ujian ini harus menggunakan hasil ujian untuk menghitung skor kelulusan sekolah menengah atas mereka.
Tren kandidat yang memiliki sertifikat bahasa asing dan menggunakannya untuk mendapatkan pembebasan dari ujian semakin meningkat. Pada tahun 2024, menurut statistik Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, jumlah total kandidat yang mendaftar untuk pembebasan dari ujian bahasa asing adalah 66.927, atau 6,25% dari total jumlah kandidat. Dari jumlah tersebut, Hanoi memiliki jumlah terbesar dengan 21.554 kandidat, diikuti oleh Kota Ho Chi Minh dengan 13.076 kandidat.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kandidat yang dibebaskan dari ujian bahasa asing akan diberi skor 10 untuk mata pelajaran ini. Pembebasan dari ujian bahasa asing ini hanya digunakan untuk keperluan kelulusan SMA. Siswa yang ingin menggunakan hasil ujian untuk penerimaan universitas, meskipun memenuhi syarat untuk pembebasan dari mata pelajaran ini, tetap harus mendaftar untuk mengikuti ujian.
Ujian kelulusan SMA tahun 2025 merupakan ujian pertama dalam Program Pendidikan Umum tahun 2018, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 26 dan 27 Juni. Setiap peserta akan mengambil 4 mata pelajaran, terdiri dari 2 mata pelajaran wajib (matematika, sastra) dan 2 mata pelajaran pilihan.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/20-chung-chi-duoc-mien-thi-mon-ngoai-ngu-trong-xet-tot-nghiep-thpt-185241226153856788.htm
Komentar (0)