Namun, tidak semua sayuran baik untuk ginjal. Orang dengan masalah ginjal perlu memperhatikan kadar kalium, oksalat, dan fosfat. Misalnya, ginjal terutama bertanggung jawab untuk menghilangkan kalium dari tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, kemampuan untuk menghilangkan kalium juga menurun, yang menyebabkan penumpukan kalium dalam darah dan menimbulkan risiko bagi jantung, menurut situs kesehatan Healthline (AS).

Paprika adalah tanaman yang baik untuk ginjal.
FOTO: AI
Berikut beberapa sayuran yang dianggap bermanfaat untuk fungsi ginjal dan mendukung proses detoksifikasi tubuh.
Paprika merah
Paprika merah adalah salah satu sayuran yang direkomendasikan dalam diet yang ramah ginjal. Hal ini karena kandungan kaliumnya yang rendah tetapi kadar vitamin C, vitamin A, folat, dan seratnya yang tinggi.
Paprika mengandung senyawa antioksidan seperti likopen dan karotenoid, yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan. Kedua faktor ini berkontribusi pada kerusakan sel ginjal pada penderita penyakit kronis seperti gagal ginjal dan diabetes.
Selain itu, meskipun paprika merah rendah kalium, penderita penyakit ginjal berat tetap perlu mengontrol asupan harian total sayuran kaya kalium sesuai anjuran dokter.
Kubis
Kubis kaya akan fitokimia, vitamin C, vitamin K, dan serat, tetapi relatif rendah kalium. Senyawa seperti glukosinolat dalam kubis merangsang produksi enzim detoksifikasi di hati, membantu memecah racun dan dengan demikian mengurangi beban pada ginjal.
Kubis mengandung polifenol dan sulforafan, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, sehingga melindungi pembuluh darah ginjal dan jaringan interstisial ginjal dari kerusakan. Cara terbaik untuk mengonsumsi kubis adalah mentah, direbus, ditumis, atau ditumis dengan daging tanpa lemak.
Seledri baik untuk ginjal.
Seledri bermanfaat bagi ginjal karena sifat diuretiknya yang ringan, kemampuannya untuk mengurangi asam urat, dan mendukung pembuangan racun melalui urin. Secara khusus, beberapa senyawa aktif dalam seledri, seperti apigenin dan luteolin, membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah dan merangsang pengeluaran urin, sehingga membantu membersihkan produk limbah dari saluran kemih.
Orang-orang dapat memanfaatkan nutrisi dalam seledri dengan cara membuat jus, merebus, menumis, atau memasaknya dalam sup bersama sayuran akar lainnya.
Bayam
Bayam adalah sayuran hijau gelap yang kaya akan vitamin A, C, K, folat, dan antioksidan seperti lutein. Selain itu, karotenoid dan flavonoid dalam bayam membantu melawan peradangan dan melindungi sel-sel ginjal dari kerusakan.
Satu hal yang tidak semua orang ketahui adalah bahwa sayuran hijau berdaun seperti bayam membantu mengurangi jumlah asam yang harus diproses ginjal setelah makanan dimetabolisme. Akibatnya, beban kerja ginjal berkurang.
Namun, bayam memiliki kandungan oksalat yang tinggi, yang dapat menyebabkan batu ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan. Cara terbaik adalah memasaknya hingga matang atau merebusnya sebentar untuk mengurangi kandungan oksalat, menurut Healthline .
Sumber: https://thanhnien.vn/4-loai-rau-qua-giup-thanh-loc-than-185251019103339291.htm






Komentar (0)