Seiring bertambahnya usia, tubuh kesulitan menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi lain dari makanan dalam jumlah yang cukup. Di antaranya, terdapat zat-zat yang sangat rentan kekurangan bagi lansia, sehingga memengaruhi fungsi jantung dan saraf.
Salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan adalah pola makan bergizi yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak yang kaya protein dan lemak sehat. Namun, penuaan mengurangi kemampuan penyerapan nutrisi, sehingga lansia rentan terhadap malnutrisi, menurut situs web kesehatan Healthline (AS).
Sayuran berdaun hijau merupakan salah satu sumber makanan terkaya magnesium.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa mineral yang paling mungkin kekurangan pada lansia adalah magnesium. Hal ini disebabkan oleh perubahan tertentu akibat penuaan yang menyulitkan usus untuk menyerap magnesium.
Magnesium penting bagi tubuh karena berkontribusi pada lebih dari 300 fungsi, mulai dari mengatur detak jantung, meningkatkan kesehatan tulang, hingga mendukung fungsi saraf dan otot. Pria dewasa membutuhkan setidaknya 400 mg magnesium per hari, sementara wanita membutuhkan 310 mg per hari.
Magnesium sangat penting bagi lansia karena membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan patah tulang akibat osteoporosis. Magnesium juga dapat mencegah serangan jantung, stroke, dan penurunan fungsi kognitif.
Salah satu kondisi kronis yang dapat menyebabkan penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri dan membentuk plak. Plak dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ tubuh dan bahkan menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Magnesium membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menegaskan bahwa magnesium mendukung kesehatan kardiovaskular dan membantu mengatur tekanan darah. Kadar magnesium darah yang rendah dapat menyebabkan aterosklerosis. Sementara itu, asupan magnesium yang cukup membantu tubuh memetabolisme kolesterol dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Magnesium juga membantu mengurangi peradangan di otak, membuang racun, dan mencegah penumpukan protein dan plak di otak. Mineral ini membantu mengurangi risiko demensia Alzheimer.
Selain lansia dengan diabetes tipe 2, konsumsi alkohol berlebihan dan penyakit gastrointestinal juga rentan terhadap defisiensi magnesium. Defisiensi magnesium yang parah dapat menyebabkan gejala seperti kelumpuhan, detak jantung tidak teratur, dan kram otot. Makanan kaya magnesium adalah sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, buah-buahan, ikan, dan coklat hitam, menurut Healthline .
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/de-ngan-dau-tim-nguoi-lon-tuoi-can-bo-sung-khoang-chat-nao-185241218190958573.htm
Komentar (0)