Rumah Sakit Umum Gia Lai menginformasikan bahwa sejak awal tahun, sekitar 35 karyawan di unit tersebut telah mengundurkan diri atau pindah pekerjaan, termasuk 17 dokter.
Banyak staf medis di Rumah Sakit Umum Provinsi Gia Lai yang mengundurkan diri atau pindah kerja (Foto: LK).
Alasan peningkatan tajam pengangguran dalam beberapa tahun terakhir adalah karena rendahnya gaji pokok dan tunjangan bagi staf medis dan dokter, tidak sepadan dengan upaya yang dilakukan.
Sementara itu, rumah sakit swasta memiliki banyak kebijakan menarik mengenai gaji, tunjangan, dll.
Selain itu, selama 2 tahun terdampak pandemi Covid-19, tekanan kerja di industri medis sangat besar tetapi pendapatan tidak cukup untuk menutupi pengeluaran ketika rumah sakit beroperasi dengan mekanisme otonomi keuangan.
Akibat wabah tersebut, tingkat hunian tempat tidur rumah sakit turun hingga 72%, dan biaya pemeriksaan dan pengobatan asuransi kesehatan yang melebihi beberapa miliar VND belum dibayarkan.
Situasi staf medis yang mengundurkan diri dan meminta mutasi kerja masih terjadi di banyak rumah sakit di Gia Lai (Foto: Pham Hoang).
Pengunduran diri beberapa dokter berkualifikasi tinggi telah berdampak signifikan terhadap operasional rumah sakit. Banyak dokter muda, terlatih, dan terampil juga telah dipindahkan ke unit lain dengan gaji yang menarik.
Untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai untuk pemeriksaan dan perawatan medis, rumah sakit provinsi telah melakukan penyaringan dan pengaturan posisi kerja yang sesuai. Di saat yang sama, pihaknya juga merekomendasikan agar atasan terus menambah staf untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan dan perawatan medis.
Banyak dokter dan staf yang berhenti dari pekerjaan mereka, yang mengakibatkan kekurangan sumber daya manusia, sehingga memengaruhi kualitas perawatan kesehatan bagi masyarakat (Foto: Pham Hoang).
Sebelumnya, surat kabar Dan Tri memberitakan, pada tahun 2021, sektor kesehatan Provinsi Gia Lai mencatat 110 kasus dokter dan tenaga medis mengundurkan diri, yang mana 38 orang (18 dokter) mengundurkan diri, dan 11 orang (10 dokter) dikenakan sanksi disiplin dan dipaksa mengundurkan diri.
Dalam enam bulan pertama tahun 2022, terdapat 23 staf medis yang mengundurkan diri. Dari jumlah tersebut, 6 orang adalah dokter, 14 orang pegawai negeri sipil, dan 2 orang dikenai sanksi disiplin dan dipaksa mengundurkan diri.
Departemen Kesehatan Gia Lai mengusulkan agar Komite Rakyat Provinsi menyediakan dana tambahan untuk mengkompensasi kekurangan gaji, tunjangan dan pembayaran lain sesuai gaji pada tahun 2022 guna mengurangi kesulitan bagi unit.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)