CHINA - Memenangkan Medali Emas di Kompetisi Matematika Qiuchengtong ke-4, Ngu Van Huyen - siswa kelas 9 di Sekolah Menengah Hongfan 8 (China), diterima langsung di Universitas Tsinghua.
Pada tanggal 27 Oktober, melampaui 130 kontestan dari seluruh negeri, Ngu Van Huyen - siswa kelas 9 dari Sekolah Menengah Hong Pham 8 (Chongqing, Tiongkok) memenangkan Medali Emas di Kompetisi Matematika Khau Thanh Dong ke-4 untuk siswa sekolah menengah perempuan.
Kemenangan ini membantu Van Huyen menjadi satu-satunya kontestan kompetisi yang diterima langsung di Kelas Bakat Matematika 2025 di Pusat Ilmu Matematika Qiuchengtong, Universitas Tsinghua (Tiongkok).
Kepada Chongqing Daily , Van Huyen mengatakan bahwa sejak SD, ia mampu berhitung lebih cepat daripada teman-teman sekelasnya. Di SMP, siswi tersebut mengikuti kelas Matematika yang diselenggarakan oleh sekolah. Berkat kemampuannya merespons dengan cepat dan memberikan jawaban yang benar di kelas, Van Huyen dipilih oleh Bapak Luu Tung Con, guru les matematika sekolah tersebut, untuk bergabung dengan tim.
Untuk mencapai hasil ini, selama 2 tahun terakhir, Van Huyen telah menerima banyak bantuan dari para guru di tim pelatih matematika sekolah. Sepulang sekolah, siswi tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya di perpustakaan. "Saya suka membaca berbagai genre buku, mulai dari Sastra, Seni, Fisika, Kimia, hingga Biologi," ujarnya penuh semangat. Di waktu luangnya, Van Huyen sering bermain merakit model.
Guru Luu Tung Con mengatakan ia bangga dengan prestasi muridnya. Di matanya, Van Huyen bukan hanya murid yang rajin, tetapi juga memiliki metode belajar yang baik.
"Selama proses pembelajaran, Van Huyen tidak berfokus pada belajar banyak atau belajar cepat, melainkan berfokus pada berpikir mandiri. Argumennya relatif kuat, dan langkah-langkah penyelesaian masalah selalu jelas. Setelah diberi instruksi tentang cara menyelesaikan masalah, Van Huyen sering terus berpikir untuk menemukan metode baru, terkadang solusinya lebih baik daripada solusi saya," ujar Bapak Con.
Kompetisi Matematika Khau Thanh Dong untuk siswi SMA terdiri dari dua bagian: Tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis terdiri dari 6 soal esai, dengan waktu 3 jam. Kandidat yang lolos akan mengikuti wawancara. Hasil akhir ditentukan berdasarkan penilaian keseluruhan.
Van Huyen mengatakan bahwa ia menghabiskan 2,5 jam untuk menyelesaikan soal ujian tertulis, dan 30 menit sisanya untuk mengoreksi. Sebagai satu-satunya kandidat yang meraih nilai sempurna pada ujian tertulis, Van Huyen beruntung bisa meraih juara umum. Namun, pada tahap wawancara, siswi tersebut mengatakan bahwa ia belum menyelesaikan ujian dengan sempurna.
Matematika adalah mata pelajaran yang mendalam dan menarik, jadi saya tidak akan pernah berhenti belajar. Memenangkan Medali Emas di Kompetisi Matematika Khau Thanh Dong ke-4 memberi saya kepercayaan diri, tetapi melalui ini, saya menyadari bahwa pengetahuan saya masih banyak kekurangan. Ke depannya, saya akan terus meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan mempertahankan rasa ingin tahu saya untuk mendalami Matematika," ungkap siswi tersebut.
Selain prestasi ini, sebelumnya, pada tahun 2021, Van Huyen mewakili siswa sekolah dasar di Kota Nam Sung (Tiongkok) untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Robot Dunia (WRCF) yang diadakan di Foshan (Guangdong) dan mencapai babak final. Mengalahkan banyak pesaing, Van Huyen memenangkan hadiah pertama dalam kategori desain robot untuk siswa sekolah dasar.
Berpartisipasi dalam Program Pelatihan Bakat Muda Ilmu Matematika Qiu Chengtong di Universitas Tsinghua (Tiongkok), mahasiswa menempuh pendidikan selama 8 tahun berturut-turut dengan model 3+2+3, yang terdiri dari 3 tahun studi sarjana, 2 tahun studi magister, dan 3 tahun studi doktoral. Van Huyen diperkirakan akan lulus dengan gelar doktor pada tahun 2033, di usia 23 tahun.
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/gianh-huy-chuong-vang-cuoc-thi-toan-nu-sinh-lop-9-vao-thang-dai-hoc-tuoi-14-2342116.html
Komentar (0)