Menurut dokter Bui Dac Sang dari Asosiasi Pengobatan Oriental Hanoi , perilla adalah herba tahunan berakar putih dan beraroma pedas. Perilla tumbuh liar atau dibudidayakan di berbagai tempat di seluruh negeri dan Asia. Tanaman ini menyukai cahaya dan kelembapan, cocok untuk tanah lempung dan aluvial. Perilla berbunga dan berbuah lebat. Setelah buah matang, tanaman akan layu, bijinya menyebar, dan baru berkecambah pada musim hujan tahun berikutnya. Perilla ditanam dari biji.
Ini adalah herba yang sangat populer, tidak hanya digunakan sebagai lauk untuk berbagai hidangan lezat, tetapi juga memiliki khasiat obat. Dalam pengobatan tradisional, perilla tergolong herba obat yang mengeluarkan keringat, dan rebusan serta ekstrak alkohol daun perilla berkhasiat melebarkan pembuluh darah di kulit, menurunkan demam, dan mengobati pilek. Bijinya diolah menjadi teh dan obat penurun gas, sementara cabangnya digunakan sebagai obat untuk menstabilkan kehamilan.
Perilla juga membantu mengurangi kejang otot polos bronkial, dan minyak esensial meningkatkan gula darah. Aldehida perilla menghambat penghambatan sistem saraf pusat. Air daun perilla menghambat bakteri seperti stafilokokus, basil disentri, dan basil kolitis.
Daun perilla yang dikombinasikan dengan jahe segar dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. (Foto ilustrasi)
Dari segi komposisi kimia, biji perilla mengandung banyak minyak esensial dan kaya akan asam lemak tak jenuh, terutama asam alfa-linoleat. Daun perilla mengandung sekitar 0,2% minyak esensial murni dan hidrokarbon, aldehida, keton, dan furan. Ekstrak daun perilla telah terbukti memiliki sifat antioksidan, antialergi, antiinflamasi, dan antidepresan.
Jika luka berdarah, Anda bisa mengambil daun perilla muda, menghancurkannya, menutupi area yang berdarah, menaburkannya dengan rapat, dan mengikatnya. Luka akan berhenti berdarah, tidak bernanah, dan tidak meninggalkan bekas luka setelah sembuh.
Obat dari daun perilla dimasak dengan jahe
Ambil kulit jeruk keprok, keruk hingga bersih, masukkan ke dalam panci bersama 3 irisan tebal jahe dan segenggam daun perilla segar atau kering, tambahkan semangkuk air, rebus hingga mendidih, minum selagi hangat dan tutup dengan selimut hangat, obati masuk angin.
Anda juga dapat mengambil segenggam daun perilla segar, 2 bawang bombay, dan 3 iris jahe, cincang halus semua bahan dalam mangkuk, pecahkan sebutir telur, dan masukkan bubur bunga, aduk rata, lalu makan selagi hangat untuk meredakan masuk angin.
Orang yang sakit dapat menumbuk daun perilla untuk mendapatkan semangkuk air, mencampur sedikit garam dan meminumnya sekaligus untuk menyembuhkan sakit perut dan kembung.
Selain itu, Anda juga bisa mengambil daun perilla dan kulit akar mulberry putih yang sudah dikupas, rebus hingga mendapatkan sekitar satu cangkir air untuk diminum guna mengobati batuk dan sesak napas.
Cara memasak air daun perilla untuk diminum setiap hari
Meminum air daun perilla setiap hari, alih-alih air saringan, merupakan metode penurunan berat badan yang sangat efektif karena mengandung protein nabati, serat, serta berbagai vitamin dan mineral penting yang dapat merangsang lambung dan meningkatkan metabolisme. Khususnya, kandungan serat dalam daun perilla juga membantu membangun otot untuk membantu tubuh menjadi kencang dan ramping, sama seperti berolahraga .
Rendam daun perilla dalam air garam encer, lalu cuci bersih. Rebus 2,5 liter air saring dan tambahkan daun perilla. Tutup rapat, biarkan mendidih selama kurang lebih 2 menit, lalu matikan kompor dan biarkan dingin. Setelah itu, masukkan 3 irisan lemon segar ke dalam stoples, tutup, dan simpan di lemari es untuk diminum sepanjang hari. Sebaiknya minum sekitar 10-30 menit sebelum tiga kali makan utama untuk mencegah penyerapan lemak dan mengurangi asupan makanan.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/hai-bai-thuoc-tu-la-tia-to-nau-voi-gung-ai-cung-can-biet-ar906243.html
Komentar (0)