Andrew Weil, Profesor Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, pendiri dan direktur Andrew Weil Center for Integrative Medicine di Universitas Arizona (AS), mengembangkan teknik pernapasan 4-7-8 untuk membantu orang tertidur lebih mudah.
Teknik pernafasan 4-7-8 dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, baik saat Anda berbaring di tempat tidur atau hendak menghadiri rapat yang menegangkan.
Teknik pernapasan 4-7-8 dapat membantu orang tertidur lebih mudah
Cara melakukan teknik pernafasan 4-7-8 sangat sederhana:
Langkah 1: Tarik napas melalui hidung selama 4 detik.
Langkah 2: Tahan napas selama 7 detik.
Langkah 3: Hembuskan napas perlahan melalui mulut Anda mulai detik ke-8.
Suzanne Bergmann, seorang psikoterapis yang berbasis di New York City, menjelaskan bahwa menahan napas dalam waktu lama bertujuan untuk memperlambat pernapasan, memastikan proses mengembuskan dan menghirup napas dilakukan sebaik mungkin. Mengembuskan napas perlahan melalui mulut akan mengosongkan paru-paru lebih banyak daripada mengembuskan napas alami, dan tubuh Anda juga akan menyerap lebih banyak oksigen saat Anda menarik napas. Dengan latihan, Anda dapat meningkatkan kecepatan berhitung.
Teknik ini memiliki banyak manfaat untuk pernapasan dan kesehatan mental, membantu kita tertidur lebih cepat.
Hilangkan pikiran yang tidak diinginkan
Masalah yang umum terjadi adalah pikiran berlarian di kepala kita, sehingga membuat kita sulit tertidur.
Namun, pikiran tidak dapat berfokus pada dua hal secara bersamaan. Saat melakukan latihan pernapasan 4-7-8, kita perlu menghitung jumlah detik kita menarik napas, jumlah detik kita menahan napas, dan jumlah detik kita mengembuskan napas. Jadi, pernapasan yang sadar akan menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak diinginkan dalam pikiran.
Meningkatkan kondisi pernafasan
Saat Anda bernapas dalam-dalam secara sadar, seperti dalam teknik pernapasan 4-7-8, diafragma Anda teraktivasi sepenuhnya, sehingga pernapasan Anda lebih lancar, alih-alih bernapas terlalu cepat atau terlalu dangkal. Otot ini terletak tepat di bawah paru-paru dan bertanggung jawab untuk menghirup dan mengembuskan napas.
Meningkatkan relaksasi yang mendalam
Dr. Cheri D. Mah, seorang dokter yang bekerja di AS, mengatakan bahwa sistem saraf parasimpatik (PNS) bertanggung jawab untuk menempatkan tubuh dalam keadaan rileks, berbeda dengan sistem saraf simpatik (SNS), yang meningkatkan respons tubuh terhadap stres melalui detak jantung cepat, kecemasan, dan kewaspadaan.
Kedua kondisi ini vital bagi kehidupan, dan keduanya membutuhkan keseimbangan. Sebelum tertidur, kebanyakan dari kita masih terjebak dalam stres yang membuat kita sulit tidur. Latihan pernapasan dapat mengaktifkan sistem parasimpatis untuk membantu kita tidur lebih nyenyak.
Mengurangi stres kronis
Jika dipraktikkan secara teratur dan berkelanjutan, kemampuan untuk mengatur sistem saraf dan merespons stres akan meningkat. "Mengurangi stres membantu mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi ketegangan otot," kata Bergmann. Hal ini juga membantu kita tidur lebih nyenyak dan meningkatkan kesehatan kita secara keseluruhan.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)