Karena curiga ada yang mencuri barang-barang pelanggan, pemilik dan staf restoran Tun Garden menggunakan senjata berbahaya untuk menyerang korban. Polisi telah turun tangan dan memanggil pihak terkait untuk diselidiki.
Pada tanggal 11 Oktober, Badan Investigasi Kepolisian Distrik Sa Thay (Provinsi Kon Tum ) sedang mengkonsolidasikan catatan dan menyelidiki kasus pemilik restoran Tun Garden (desa 2, kota Sa Thay, distrik Sa Thay) dan seorang karyawan yang menyerang seseorang tepat di restoran tersebut.
Orang yang diserang adalah Tn. NMQ (lahir tahun 2008, tinggal di komune Ro Koi, distrik Sa Thay).
Sebelumnya, banyak klip beredar di media sosial yang merekam adegan korban diserang oleh sekelompok orang di restoran Tun Garden. Dalam klip tersebut, sekelompok penyerang sangat agresif dan terus-menerus memukuli korban. Insiden tersebut dipastikan terjadi pada 6 Oktober.
Setelah kejadian tersebut, Kepolisian Distrik Sa Thay memanggil kelompok tersangka untuk klarifikasi. Selama penyelidikan di kantor polisi, para tersangka, termasuk HTD (lahir tahun 2007, tinggal di Komune Sa Nhon, Distrik Sa Thay), LND (lahir tahun 2006; tinggal di Komune Ro Koi, Distrik Sa Thay); HVTT (lahir tahun 2008), dan MVL (lahir tahun 2001, keduanya tinggal di Kota Sa Thay, Distrik Sa Thay), mengaku menggunakan senjata berbahaya seperti pisau, kursi, dan helm untuk memukul korban.
Penyebab awalnya karena para tersangka mencurigai korban telah mencuri barang milik pelanggan, sehingga para pelaku yang merupakan karyawan sekaligus pemilik toko menemui korban untuk berbincang-bincang, kemudian melakukan pemukulan terhadap korban.
SENANG
[iklan_2]
Sumber: https://www.sggp.org.vn/kon-tum-chu-quan-va-nhan-vien-hung-han-dong-cua-danh-nguoi-post763209.html
Komentar (0)