TPO - Komite Rakyat Distrik 12 menugaskan Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk memimpin dan berkoordinasi dengan Komite Rakyat distrik untuk membentuk tim guna memeriksa kegiatan belajar mengajar tambahan di wilayah tersebut pada bulan Februari 2025.
TPO - Komite Rakyat Distrik 12 menugaskan Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk memimpin dan berkoordinasi dengan Komite Rakyat distrik untuk membentuk tim guna memeriksa kegiatan belajar mengajar tambahan di wilayah tersebut pada bulan Februari 2025.
Pada tanggal 12 Februari, pemimpin Komite Rakyat Distrik 12 menugaskan Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk berkoordinasi dengan unit-unit terkait untuk memberi nasihat kepada Komite Rakyat Distrik dalam membimbing dan mengatur pelaksanaan peraturan tentang pengajaran dan pembelajaran tambahan bagi sekolah, organisasi, dan individu yang berada di bawah manajemennya.
Keputusan ini diambil dalam rangka Surat Edaran Nomor 29 Kementerian Pendidikan dan Pelatihan tentang Pembelajaran Tambahan, yang resmi berlaku sejak 14 Februari. Surat Edaran tersebut berisi larangan bagi guru untuk memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah bagi siswa yang ditugaskan oleh sekolah sesuai dengan rencana kegiatan sekolah.
Departemen Pendidikan dan Pelatihan bertanggung jawab untuk memimpin dan berkoordinasi dengan Komite Rakyat di lingkungan untuk membentuk tim inspeksi untuk kegiatan belajar mengajar tambahan pada bulan Februari 2025; dan menangani, sesuai dengan kewenangannya, organisasi dan individu yang melakukan pelanggaran, jika ada.
Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten 12 agar mengorganisasikan dan mengerahkan kepada Dewan Direksi sekolah negeri dan pimpinan lembaga pendidikan untuk secara serius melaksanakan peraturan tentang pengajaran dan pembelajaran tambahan.
Merangkum kesulitan dan permasalahan yang timbul terkait pengelolaan pembelajaran tambahan untuk diusulkan kepada pemerintah kota. Dinas Pendidikan dan Pelatihan akan membimbing dan bertanggung jawab kepada Komite Rakyat Distrik jika terjadi pelanggaran pembelajaran tambahan di antara staf, guru, dan karyawan sekolah negeri.
Dewan direksi sekolah negeri, pimpinan lembaga pendidikan di daerah, 100% staf dan guru harus memahami dengan jelas peraturan dan petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tambahan; secara berkala meninjau, mengingatkan, dan memeriksa kepatuhan terhadap peraturan kegiatan belajar mengajar tambahan di kalangan staf sekolah dan guru; berkoordinasi dengan instansi yang berwenang untuk menangani pelanggaran, apabila ada, sesuai ketentuan.
Ketua Lingkungan bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan belajar mengajar tambahan di wilayah tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://tienphong.vn/tphcm-lap-to-kiem-tra-day-them-hoc-them-post1716408.tpo
Komentar (0)