Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin
Kantor berita AFP melaporkan pada 7 Januari bahwa Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertanggung jawab karena tidak mengungkapkan rawat inapnya baru-baru ini, setelah terungkap bahwa bahkan Presiden Joe Biden dan pejabat tinggi Gedung Putih tidak mengetahuinya.
Pentagon menunggu hingga malam tanggal 5 Januari (waktu setempat) untuk mengumumkan bahwa Menteri Austin (71 tahun) telah dirawat di rumah sakit empat hari sebelumnya "karena komplikasi setelah menjalani prosedur medis elektif baru-baru ini". Hal ini tidak sesuai dengan protokol standar.
NBC News melaporkan bahwa Tn. Austin telah berada di unit perawatan intensif selama empat hari dan masih di rumah sakit pada tanggal 6 Januari.
"Saya menyadari bahwa saya seharusnya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memastikan publik mendapatkan informasi yang memadai. Saya berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik. Namun, penting untuk dikatakan: ini adalah prosedur medis saya dan saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya untuk mengungkapkan informasi," ujar Menteri Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa ia akan "segera kembali ke Pentagon" dan berterima kasih kepada para dokter dan staf di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed atas perawatan mereka.
Rawat inap pejabat tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik Hamas-Israel, serangan terhadap jalur pelayaran oleh pasukan yang didukung Iran di Yaman, dan serangan terhadap pasukan AS oleh pasukan di Irak dan Suriah dengan roket dan pesawat tak berawak.
Politico melaporkan bahwa Tn. Austin telah berada di rumah sakit selama tiga hari sebelum pejabat Pentagon memberi tahu Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan pejabat tinggi lainnya di Gedung Putih.
Bapak Sullivan kemudian memberi tahu Presiden Biden. Selain itu, dilaporkan bahwa Kongres baru mengetahui rawat inap Bapak Austin 15 menit sebelum pengumuman publik pada malam tanggal 5 Januari.
Anggota Kongres AS Tom Cotton, anggota Partai Republik di Komite Angkatan Bersenjata Senat, menuntut penjelasan.
"Menteri Pertahanan merupakan mata rantai penting dalam rantai komando antara presiden dan militer, termasuk komando nuklir, ketika keputusan terpenting harus diambil dalam hitungan menit. Jika laporan ini benar, insiden mengejutkan ini pasti akan menimbulkan konsekuensi," ujar Cotton.
Asosiasi Pers Pentagon menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. "Publik berhak tahu kapan anggota pemerintah AS dirawat di rumah sakit, dibius, atau kapan tugas dialihkan untuk prosedur medis apa pun," tulis asosiasi tersebut dalam surat kepada sekretaris pers Pentagon.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)