Ayam bakar daun Chuc (ayam bakar O Thum) merupakan sajian yang berasal dari Kamboja, diperkenalkan ke An Giang sejak lama dan lambat laun menjadi makanan khas yang terkenal di mana-mana.

Datang ke tanah ini, pengunjung dapat menemukan dan menikmati ayam panggang dengan daun Chuc di banyak tempat, tetapi yang paling lezat dan terkenal masih ada di Danau O Thum, Distrik Tri Ton.

Ayam dibakar dengan daun Cat Thao.jpg
Ayam panggang dengan daun la chuc termasuk dalam 100 hidangan khas Vietnam teratas (2020 - 2021)

Menurut penduduk setempat, untuk membuat ayam panggang yang lezat, mereka sering memilih ayam kampung, dengan berat sekitar 1,3-1,8 kg/ekor. Ayam jenis ini dipelihara secara alami, digembalakan secara teratur sehingga dagingnya manis dan padat.

Khususnya, ayamnya tidak dipersiapkan terlebih dahulu, melainkan menunggu hingga ada pesanan pelanggan, lalu dipotong langsung oleh koki, dimarinasi dengan rempah-rempah supaya ayamnya tetap segar, dan saat dibakar, rasanya masih juicy dan manis.

Selain rempah-rempah yang umum digunakan seperti garam, serai, bawang putih, dan cabai, orang-orang juga merendam ayam dengan bahan khas An Giang, yaitu daun Chuc. Hal ini juga merupakan faktor penting yang menentukan kelezatan hidangan ini.

Kepada reporter VietNamNet , Bapak Ngoc, pemilik restoran lokal di Tri Ton, mengatakan bahwa pohon Chuc adalah pohon yang terkenal di daerah Bay Nui. Buah Chuc cukup mirip dengan lemon, tetapi memiliki kulit yang kasar, rasa yang lebih asam, dan aroma yang harum.

Tak hanya buahnya saja, daunnya pun dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai bumbu khusus untuk menciptakan hidangan lezat yang terkenal di sini.

jempol ayam membakar daun.gif
Sebelum dibakar, ayam biasanya diolesi minyak atau madu agar masakan tidak kering. Setelah matang, ayam akan memiliki warna yang indah dan aroma yang memikat. Foto: Lang thang An Giang

Menurut Bapak Ngoc, setelah dipotong dan dibersihkan, ayam dimarinasi dengan serai, cabai, daun sirih, bawang putih, gula, garam, kemudian ditunggu sekitar 15 - 20 menit agar ayam menyerap bumbu sebelum dibakar.

Ayam dapat dimasak dalam oven listrik atau panci aluminium, tetapi metode panci tanah liat tradisional masih lebih disukai karena memberi hidangan rasa paling orisinal dan sederhana.

Setelah tungku api disiapkan, orang akan menaruh serai tebal, daun sirih, dan garam di dasar panci, lalu meletakkan ayam dengan sedikit minyak (atau madu) pada sisi kulit di atas dan menyalakan api.

Saat membuat ayam panggang, yang perlu diperhatikan adalah apinya, awalnya apinya harus besar lalu perlahan-lahan kecilkan apinya agar ayam matang merata dan tidak gosong.

ayam dengan daun My Tran.jpg
Meskipun terbuat dari bahan-bahan yang familiar, hidangan ayam bakar daun sirih ini membutuhkan keahlian khusus untuk menghasilkan cita rasa yang lezat. Foto: My Tran

Rebus ayam dalam daun salam selama kurang lebih 40 menit hingga matang. Saat diangkat dari panci, Anda akan mencium aromanya.

Tergantung tempat dan masing-masing orang, ada rahasia untuk membuat hidangan ini lebih menarik. Misalnya, setelah dibakar, orang menambahkan serai dan daun sirih, lalu menambahkan minyak dan membakarnya lagi selama 5-10 menit agar kulit ayam lebih keemasan dan renyah.

"Namun, metode ini membuat ayam menyerap lebih banyak lemak daripada pemanggangan biasa dan pengunjung dapat merasa kenyang saat menyantapnya," imbuh Bapak Ngoc.

Saat disajikan di atas nampan, hidangan ayam bakar ini memukau pengunjung dengan kulitnya yang renyah, warna cokelat madu, dan aroma khas daunnya. Meskipun hidangan ini membutuhkan waktu lama untuk disiapkan, kelezatannya cukup untuk menebus waktu tunggu.

ayam dengan daun sirih 0.gif
Para pengunjung menikmati ayam panggang dengan tangan kosong, disajikan dengan sayuran dan saus cocolan dari daun pohon untuk merasakan sepenuhnya kelezatannya. Foto: Lang thang An Giang

Ayam panggang dengan daun Chuc paling nikmat disantap panas-panas, dengan sayuran mentah, mentimun, dan dapat dicelupkan ke dalam berbagai saus seperti saus ikan buatan sendiri, garam, merica, dan lemon, garam, cabai, dan lemon. Dari semua saus tersebut, saus celup dengan daun Chuc adalah yang paling populer, dengan rasa yang unik dan aroma yang tak terlukiskan.

Untuk menikmati cita rasa ayam panggang yang sesungguhnya dengan cara yang sederhana, pengunjung sering kali menggunakan tangan kosong, menyobeknya saat menyantapnya atau memotongnya dengan gunting, alih-alih mencacahnya dengan pisau. Daging ayam panggangnya lembut, berair, padat namun tidak kering, dan dapat dinikmati baik oleh lansia maupun anak-anak.

Karena ayam bakar daun sawi ini porsinya sedang, cukup untuk dua orang, jadi kalau mau lebih kenyang bisa pesan nasi goreng atau nasi putih saja.

Setiap makanan harganya sekitar 300.000 - 350.000 VND/2 orang, termasuk salad sayuran dan minuman.

Ikan mas rumput dan ikan mas perak yang diasinkan tidak hanya membantu memperpanjang masa simpan tetapi juga menjadi makanan khas yang aneh dan terkenal di Vinh Phuc .