Di rumah kuno di Dong Muon, "harta karun" Pengrajin Berjasa Dang Van Tam adalah kertas, kuas, tinta, dan buku-buku yang telah menghitam seiring waktu. Setiap hari, ia menghabiskan waktu untuk membaca, meneliti dokumen, mencatat, dan berlatih menulis. Ia dengan cermat menyusun naskah-naskah tersebut untuk digunakan dalam penulisan, upacara adat, dan sebagai dokumen untuk diwariskan kepada keturunannya. Ia telah melakukan pekerjaan yang tak terlihat ini selama 70 tahun terakhir, sejak ia berkesempatan untuk mengenal aksara Tionghoa kuno leluhurnya melalui kakek-neneknya, pada usia 10 tahun.
Menurutnya, aksara Tionghoa kuno dulunya umum digunakan oleh masyarakat Dao Quan Chet dalam ritual dan adat istiadat tradisional. Aksara ini bukan hanya bahasa tulis, tetapi juga sistem pengetahuan yang mencerminkan sejarah, kepercayaan, dan budaya masyarakat. Namun, seiring perubahan kehidupan modern, penggunaan aksara Tionghoa kuno semakin berkurang, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis, dan risiko kepunahan pun ada. Kenyataan inilah yang membuat Bapak Tam bertekad untuk melestarikan, mengumpulkan dokumen, mencatat, mensistematisasikan, dan mengajarkannya dalam keluarga.
Karyanya tampak sederhana, tetapi menuntut ketekunan dalam mencari buku-buku tua, mencatat teks, membandingkan berbagai versi, memberi anotasi pada simbol-simbol yang sulit, lalu menyusunnya menjadi dokumen yang jelas dan mudah dipelajari serta dipraktikkan. Ia memberikan perhatian khusus pada pemilihan kertas, kuas, dan tinta, karena menurutnya, faktor-faktor inilah yang menentukan tulisan yang jernih dan tahan lama.
Berkat ketelitiannya itulah, koleksi dokumen aksara Cina kuno di rumahnya makin lengkap, menjadi "harta karun" yang sangat berharga untuk dilestarikan dan diajarkan.
Karakter Cina kuno merupakan bagian dari budaya masyarakat Dao Quan Chet. |
Meskipun usianya sudah lanjut, ia tetap tekun meneliti, membaca, mencatat, menulis, dan mensistematisasikan aksara Tionghoa kuno. Ia tidak menggunakan kata-kata yang rumit dan berbunga-bunga, melainkan berfokus pada pelestarian akar sejati dari tulisan, dokumen, dan penggunaannya dalam konteks ritual masyarakatnya.
Kelompok hunian Dong Muon terdiri dari 67 rumah tangga, yang 97% di antaranya merupakan suku Dao Quan Chet. Kehidupan budaya dan spiritual di sini kaya, tercermin dalam kegiatan sehari-hari dan acara-acara penting seperti upacara Cap Sac, hari raya, Tet, serta berbagai gerakan budaya dan seni lokal.
Dalam konteks tersebut, penelitian dan penerapan aksara Tionghoa kuno untuk menggubah lirik lagu, melodi, dan ritual adat oleh seniman Dang Van Tam telah menjadi sebuah karya yang bermakna. Hal ini merupakan cara baginya untuk melestarikan bahasa dan aksara bangsa, berkontribusi pada pelestarian dan promosi nilai-nilai budaya tak benda, menciptakan kohesi komunitas, dan memupuk kebanggaan akan identitas nasional.
"Karakter Tiongkok kuno bukan sekadar kata-kata tertulis, tetapi mengandung pengetahuan, kepercayaan, dan adat istiadat masyarakat Dao Quan Chet. Ketika jenis tulisan ini dilestarikan, nilai-nilai budaya yang terkait dengannya juga terpelihara dan terlestarikan, mulai dari upacara Cap Sac hingga melodi dan lagu daerah. Hal ini memupuk rasa hormat terhadap akar setiap orang, membantu menjaga identitas budaya masyarakat agar tidak hilang," ujar Bapak Tam.
Melestarikan aksara Cina kuno suku Dao Quan Chet di Phuc Thuan selalu menjadi hasrat Tn. Dang Van Tam. |
Bapak Ngo Xuan Minh, Ketua Grup Perumahan Dong Muon, berkomentar: Bapak Dang Van Tam bukan hanya sosok yang memiliki pengetahuan mendalam tentang aksara Tionghoa kuno, tetapi juga teladan ketekunan dan tanggung jawab terhadap warisan budaya bangsa. Pengetahuan dan dokumen yang beliau lestarikan dan ajarkan tidak hanya membantu generasi muda di keluarga dan klannya memahami akar mereka, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan identitas budaya seluruh komunitas Dao Quan Chet di wilayah tersebut.
Setelah terikat dengan aksara Tionghoa kuno selama 70 tahun, dan meskipun usianya sudah lanjut, Bapak Dang Van Tam tetap tenang dan gigih dalam pekerjaannya mengumpulkan, meneliti, dan mengajar. Ketekunannya telah berkontribusi dalam melestarikan "harta karun" aksara Tionghoa kuno masyarakat Dao Quan Chet, bagian penting dari identitas budaya masyarakat tersebut.
Pada tahun 2022, ia mendapat kehormatan menerima gelar Pengrajin Berjasa dari Presiden atas kontribusinya yang luar biasa dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya takbenda bangsa.
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202508/giu-gin-chu-nho-co-cua-nguoi-dao-quan-chet-3d70a37/
Komentar (0)