Informasi ini disampaikan dalam Konferensi Pelaksanaan Revisi Undang-Undang Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan pada 27 Maret 2025. Perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, saat ini dana jaminan kesehatan memiliki saldo dana cadangan yang stabil dengan surplus sebesar Rp40.000 miliar, yang membantu menjamin keberlanjutan sistem jaminan kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan berbicara pada pertemuan tersebut. |
Salah satu perubahan penting dalam revisi Undang-Undang Jaminan Kesehatan adalah perluasan manfaat bagi peserta jaminan kesehatan, khususnya pemeriksaan dan pengobatan kesehatan tanpa memandang batas wilayah administratif.
Pasien akan ditanggung 100% biaya pengobatannya di fasilitas kesehatan primer di seluruh negeri. Biaya pengobatan rawat inapnya juga akan ditanggung 100% di fasilitas kesehatan primer mana pun yang sebelumnya ditetapkan sebagai fasilitas kesehatan tingkat kabupaten.
Secara khusus, pasien akan memiliki hak untuk dipindahkan ke fasilitas medis khusus jika diperlukan, terutama dalam kasus perawatan penyakit langka atau serius.
Selain itu, Undang-Undang yang telah diamandemen juga memberikan pengaturan yang lebih jelas tentang pembayaran biaya obat, peralatan medis, dan biaya layanan paraklinis yang dialihkan antar fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis jika terjadi kekurangan obat atau peralatan. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan perawatan masyarakat dan meminimalkan kekurangan sumber daya medis.
Khususnya, langkah-langkah penanganan kasus keterlambatan pembayaran iuran asuransi kesehatan atau penggelapan pembayaran asuransi juga diatur lebih ketat, sehingga tercipta keadilan dalam kepesertaan asuransi.
Poin penting lainnya adalah peraturan baru tentang tingkat dukungan asuransi kesehatan bagi pelajar. Kementerian Kesehatan menyatakan akan meningkatkan tingkat dukungan dari 30% menjadi 50% untuk siswa SMA kelas 1 hingga 12.
Peraturan di atas tidak hanya membantu mengurangi beban keuangan bagi keluarga dengan anak-anak yang ikut serta dalam asuransi kesehatan tetapi juga menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi siswa untuk ikut serta dalam asuransi.
Untuk kelompok pelajar, tingkat dukungan asuransi kesehatan saat ini tetap sebesar 30%, meskipun jumlah pelajar yang berpartisipasi dalam asuransi cenderung tumbuh pesat.
Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan mengatakan bahwa seiring dengan perbaikan tingkat pembayaran, Undang-Undang Asuransi Kesehatan yang direvisi juga menyesuaikan metode pembayaran biaya pemeriksaan dan pengobatan medis.
Asuransi kesehatan akan menanggung layanan medis seperti telemedis, dukungan telemedis, pengobatan keluarga, rehabilitasi, pemeriksaan kehamilan rutin, dan persalinan. Khususnya, layanan teknis medis, obat-obatan, peralatan, darah, dan produk darah juga akan dibayarkan jika berada dalam cakupan manfaat tertanggung.
Salah satu tujuan penting dari Undang-Undang Jaminan Kesehatan yang direvisi adalah untuk meningkatkan transparansi dalam penyelesaian asuransi, sekaligus mengurangi prosedur administratif dan mendorong transformasi digital dalam pengelolaan dan pembayaran asuransi kesehatan. Hal ini akan membantu menghemat waktu masyarakat dan meminimalkan risiko kesalahan dalam proses penyelesaian manfaat asuransi.
Dengan amandemen ini, Undang-Undang Jaminan Kesehatan akan membuat langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan hak-hak masyarakat dalam berpartisipasi dalam asuransi kesehatan. Peraturan baru ini tidak hanya mengurangi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam asuransi kesehatan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan memastikan keadilan dalam sistem kesehatan.
Sumber: https://baodautu.vn/mo-rong-quyen-loi-kham-chua-benh-va-chi-tra-bao-hiem-y-te-d259550.html
Komentar (0)