GĐXH – “Menerapkan pola makan seimbang yang dipadukan dengan gaya hidup sehat akan membantu Anda menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit,” tegas Associate Professor, Dr. Nguyen Thi Lam.
Menurut para ahli, gizi memegang peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang manusia secara menyeluruh, yaitu membantu tubuh memperkuat sistem imun, meningkatkan kondisi fisik dan mencegah penyakit.
Terlebih lagi dalam konteks pergantian musim, penyakit menular masih terus meningkat seperti saat ini, menerapkan pola makan sehat yang wajar, diiringi dengan latihan fisik sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh setiap orang.

Menerapkan pola makan seimbang yang dipadukan dengan gaya hidup sehat akan membantu Anda menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Foto ilustrasi.
Oleh karena itu, menjaga kebiasaan makan sehat setiap hari dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh seperti: Meningkatkan kekebalan tubuh dan memperkuat sistem pencernaan; membatasi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan lain sebagainya; meningkatkan daya ingat, memperpanjang usia; baik untuk bentuk tubuh, kulit; meningkatkan suasana hati, membuat semangat lebih positif, dan lain sebagainya.
Sebaliknya, pola makan yang buruk, kekurangan gizi atau banyak mengonsumsi gorengan, makanan cepat saji, makanan kemasan, dan banyak mengonsumsi zat stimulan justru berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dan memengaruhi harapan hidup seseorang.
Menekankan hal ini, Associate Professor, Dr. Nguyen Thi Lam, mantan Wakil Direktur Institut Gizi Nasional, mengatakan bahwa untuk menjaga kesehatan, setiap orang harus menjalankan pola makan yang wajar dan seimbang. Hal ini akan membantu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.
Menurut Associate Professor, Dr. Nguyen Thi Lam, beberapa prinsip untuk membantu menjaga kesehatan yang baik dan mencegah penyakit harus diterapkan sebagai berikut:
1. Seimbangkan kelompok nutrisi
- Karbohidrat (45-65% dari total energi): Pilih sumber pati yang baik seperti beras merah, ubi jalar, gandum, roti gandum utuh daripada pati olahan seperti roti putih, beras putih.
- Protein (10-20% dari total energi): Gabungkan protein hewani (daging tanpa lemak, ikan, telur, susu) dan protein nabati (kacang-kacangan, biji-bijian, jamur).
- Lemak sehat (Lemak, 25-30% dari total energi): Prioritaskan lemak tak jenuh dari minyak zaitun, alpukat, biji chia, ikan berlemak daripada lemak hewani dan minyak industri.
- Serat, vitamin dan mineral: Makan banyak sayuran hijau dan buah-buahan segar untuk membantu pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Kontrol asupan makanan dan kebiasaan makan Anda
- Makanlah secukupnya dan tepat waktu: Hindari melewatkan waktu makan atau makan terlalu malam, terutama makan malam.
- Makan perlahan, kunyah hingga matang: Membantu pencernaan lebih baik dan menghindari makan berlebihan.
- Batasi makanan olahan dan makanan cepat saji: Karena banyak mengandung lemak jahat, gula, garam, dan pengawet.
3. Minum air yang cukup
- Anda harus minum 1,5 - 2 liter air setiap hari (tergantung kebutuhan tubuh Anda).
- Batasi minuman ringan berkarbonasi, teh susu, alkohol, dan bir karena dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memengaruhi kesehatan.
4. Batasi gula, garam, dan lemak jahat
- Kurangi garam: Jangan mengonsumsi lebih dari 5g garam/hari untuk menghindari tekanan darah tinggi.
- Batasi gula: Tidak lebih dari 25-50g gula/hari untuk menghindari diabetes dan obesitas.
- Hindari makanan yang digoreng dengan banyak minyak: Kukus, rebus, atau panggang, jangan digoreng.
5. Kombinasikan dengan gaya hidup sehat
- Berolahraga setidaknya 30 menit/hari, 5 hari/minggu.
- Tidur yang cukup 7-8 jam/hari agar tubuh dapat pulih dengan baik.
- Mengurangi ketegangan dan stres, menjaga pikiran tetap rileks.
[iklan_2]
Source: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/5-nguyen-tac-vang-duy-tri-suc-khoe-phong-ngua-benh-tat-ai-cung-can-phai-biet-172250320160208327.htm
Komentar (0)