Memastikan fasilitas dan sumber daya manusia
Saat ini, lembaga pendidikan di Kota Can Tho sedang gencar menyelesaikan persiapan untuk tahun ajaran 2025-2026. Salah satu tugas utamanya adalah memastikan kondisi pelaksanaan pembelajaran 2 sesi/hari, guna meningkatkan kualitas pendidikan komprehensif bagi siswa.
Di Sekolah Menengah Pertama Kota Thoi Lai (Kota Can Tho ), Bapak Tran Quang Nhut, kepala sekolah, mengatakan bahwa beliau telah meninjau staf pengajar dan memastikan jumlah yang tersedia cukup untuk memenuhi persyaratan mengajar 2 sesi/hari. Ketika Dinas Pendidikan dan Pelatihan kota memberikan instruksi lebih lanjut atau meminta pelatihan, unit tersebut akan menugaskan guru untuk berpartisipasi penuh.
Namun, masalah fasilitas masih memiliki tantangan, tidak mampu memenuhi kebutuhan pengajaran 2 sesi/hari untuk semua siswa dari kelas 6 hingga kelas 9. Saat ini, sekolah telah membangun 12 ruang fungsional lagi, yang diharapkan akan selesai pada tahun 2026.
“Tahun ajaran baru ini, sekolah berencana untuk mengadakan 2 sesi/hari untuk kelas 8 dan 9. Kelas 6 dan 7 akan mengadakan 2 sesi/hari setelah 12 ruang fungsional selesai dibangun,” ujar Bapak Quang Nhut.
Sementara itu, di Sekolah Dasar Tran Quoc Toan (Kota Can Tho), persiapannya terbilang lebih baik. Ibu Huynh Thi Xuan Lan, kepala sekolah, menginformasikan bahwa sekolah telah menerapkan sistem dua sesi belajar-mengajar per hari sejak tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun ajaran 2025-2026, sekolah ini memiliki 1.422 siswa dari kelas 1 hingga 5. Untuk menghadapi tahun ajaran baru yang akan datang, sekolah telah meninjau fasilitasnya dan mengatur ruang kelas untuk setiap kelas.
Dengan 40 ruang kelas (tidak termasuk ruang serbaguna), fasilitas sekolah pada dasarnya memadai untuk memenuhi kebutuhan tahun ajaran ini. Setelah menata ruang kelas, sekolah akan melakukan pembersihan umum, menata ulang, dan menambahkan meja serta kursi ke dalam ruang kelas (jika ada kekurangan).

Mengenai staf pengajar, Ibu Xuan Lan mengatakan bahwa sekolah akan mengadakan rapat dan menetapkan tugas serta kelas di awal tahun ajaran. Setelah itu, guru akan menerima dan serah terima dari kelas lama ke kelas baru.
Selama proses serah terima, guru akan secara proaktif berdiskusi satu sama lain tentang situasi kelas untuk segera menangani kasus-kasus sulit, dan memberikan pelatihan serta dukungan yang tepat waktu.
“Untuk kelas-kelas yang kekurangan guru dan belum dapat menampung mereka tepat waktu, sekolah telah secara proaktif menandatangani kontrak dengan guru-guru yang baru lulus untuk memastikan sumber daya manusia yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pengajaran siswa,” tambah Ibu Xuan Lan.
Pengajaran fleksibel 2 sesi/hari
Agar dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kota, Komite Rakyat Kota Can Tho baru saja mengeluarkan Surat Perintah Resmi No. 1154/VPUB-KGVX, untuk melaksanakan Surat Perintah Resmi No. 4567/BGDĐT-GDPT tertanggal 5 Agustus 2025 dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan , tentang instruksi penyelenggaraan 2 sesi/hari untuk pendidikan umum pada tahun ajaran 2025-2026 di kota tersebut.
Sehubungan dengan itu, Ketua Komite Rakyat Kota menugaskan Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk memimpin dan berkoordinasi dengan departemen, cabang, Komite Rakyat tingkat komune dan unit terkait untuk menyelenggarakan pengajaran 2 sesi/hari bagi siswa sekolah menengah atas pada tahun ajaran 2025-2026.
Pelaksanaannya harus mematuhi petunjuk Kementerian Pendidikan dan Pelatihan; pada saat yang sama, memberi saran kepada Komite Rakyat Kota untuk mengarahkan pelaksanaan konten yang menjadi kewenangannya.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, penyelenggaraan dua sesi pengajaran per hari bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan komprehensif dalam Moralitas - Kecerdasan - Kebugaran Jasmani - Estetika bagi peserta didik, membentuk kesadaran dan kebiasaan belajar sepanjang hayat; sekaligus mengatasi situasi belajar mengajar tambahan yang ilegal, membangun lingkungan pendidikan yang sehat, adil dan efektif.
Pengajaran 2 sesi/hari bersifat fleksibel, tidak tetap. Sesi 1 berfokus pada kurikulum utama; sesi 2 untuk kegiatan tambahan, pengembangan kapasitas pribadi, pendidikan keterampilan hidup, STEM/STEAM, olahraga, bahasa asing, kecerdasan buatan (AI)...
Untuk sekolah dasar, terapkan minimal 9 sesi/minggu, dengan maksimal 7 pelajaran per hari. Untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas, terapkan sesuai peta jalan, dengan syarat fasilitas dan staf pengajar memenuhi persyaratan; jadwal minimal 5 hari/minggu, maksimal 11 sesi/minggu, dengan maksimal 7 pelajaran per hari.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/can-tho-khan-truong-chuan-bi-nam-hoc-moi-no-luc-dam-bao-day-hoc-2-buoingay-post743963.html
Komentar (0)