Dalam pidatonya di AS pada tanggal 12 September bertepatan dengan peringatan 45 tahun normalisasi hubungan AS-Tiongkok, Tn. Ta Phong menyampaikan harapannya untuk saling pengertian dan peningkatan hubungan antara kedua belah pihak.
Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat Xie Feng
Foto: tangkapan layar SCMP
Menurut Bapak Ta, meskipun mengalami pasang surut, hubungan kedua negara secara umum telah mengalami kemajuan. "Saling pengertian dan rekonsiliasi sangat penting karena tidak ada pihak yang dapat menjatuhkan pihak lain. Tiongkok menginginkan hubungan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan antara Tiongkok dan AS," ujar Bapak Ta.
"Konflik antara Tiongkok dan AS akan sangat menyakitkan bagi kedua belah pihak dan dunia . Kami berharap AS akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk memperkuat kerja sama dan menyelesaikan perbedaan," ujar Bapak Ta.
Menurut South China Morning Post, Tuan Ta memiliki pendekatan yang menyenangkan tetapi pesan yang disampaikan oleh duta besar juga dianggap kuat.
"Tekanan, sanksi, isolasi, penahanan, dan blokade tidak akan mencapai tujuan ini, melainkan hanya akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan membutuhkan upaya lebih lanjut untuk menyelesaikan hasil yang tidak diinginkan," tegas Bapak Ta.
Presiden Xi Jinping menegaskan komitmennya untuk mengembangkan hubungan dengan AS
Ia kemudian menguraikan empat "garis merah" dalam hubungan AS-Tiongkok: Taiwan, demokrasi, hak asasi manusia , dan kebebasan Tiongkok untuk berkembang.
"Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS dan tidak bisa diabaikan... Sistem politik dan jalur pembangunan Tiongkok tidak bisa dinegosiasikan," ujar Xie dalam pidato video di sebuah konferensi di Asia Society di New York City.
Saat ini tidak ada informasi tentang reaksi AS terhadap pernyataan duta besar China.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/dai-su-trung-quoc-neu-4-lan-ranh-do-trong-quan-he-my-trung-185240913110250058.htm
Komentar (0)