Diplomat tertinggi Iran mengatakan Teheran siap menghadapi potensi serangan Israel terhadap negaranya.
The Times of Israel pada 5 Januari mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang memperingatkan bahwa terdapat risiko perang skala besar jika Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan Teheran. "Kami sepenuhnya siap menghadapi kemungkinan Israel akan terus menyerang. Saya harap Israel akan menahan diri dari tindakan sembrono seperti itu, karena hal itu dapat menyebabkan perang skala besar," kata Araghchi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Konflik berkepanjangan antara Israel dan Iran telah meningkat selama setahun terakhir, yang menyebabkan sejumlah aksi saling balas langsung yang dapat menjadi tak terkendali tanpa diplomasi, ujar Araghchi. "Kami yakin akal sehat pada akhirnya akan menang dan mencegah tindakan yang dapat berakibat serius," tambahnya.
RT menyatakan bahwa perkembangan terkini di Timur Tengah, termasuk runtuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan melemahnya Hizbullah secara signifikan, telah mengubah keseimbangan strategis di kawasan tersebut secara signifikan. Para pejabat Israel dan AS mungkin menganggap Teheran semakin rentan, sehingga membuka peluang untuk membahas potensi aksi militer preemptif.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa sebagian besar pejabat senior di lembaga pertahanan Israel telah mendesak negara itu untuk melancarkan serangan ke Iran.
Israel ungkap detail serangan terhadap 'pabrik rudal terkait Iran' di Suriah
Karena serangan balik Israel terhadap Houthi di Yaman sebagian besar tidak efektif, beberapa pihak menyarankan untuk menyerang Iran. "Kita perlu menyingkirkan Iran. Jika kita hanya menyerang Houthi di Yaman, mustahil kita bisa menghentikan aksi mereka," kata David Barnea, direktur badan intelijen Mossad Israel.
Pejabat Iran juga prihatin dengan potensi serangan dari Israel yang berasal dari penghancuran sistem pertahanan udara Teheran oleh Tel Aviv dan penerimaan gencatan senjata di Lebanon, serta kemenangan Presiden terpilih AS Donald Trump.
Pada bulan April, serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, dilaporkan menewaskan dua jenderal Iran dan beberapa perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal dalam serangan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel, menurut RT.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/iran-canh-bao-israel-ve-kha-nang-xay-ra-chien-tranh-quy-mo-lon-185250106113940095.htm
Komentar (0)