Fa Cai atau Fat Choy adalah sejenis alga biru-hijau yang telah lama digunakan sebagai bahan umum dalam masakan Tiongkok. Alga ini umumnya tumbuh di daerah gurun yang gersang. Alga biru-hijau diawetkan dengan cara dikeringkan segera setelah dipanen.

hgkt78956798.jpg
Hidangan viral ini sebenarnya terbuat dari alga biru-hijau kering. Foto: SCMP

Karena bentuknya yang seperti filamen tipis dan gelap, rumput laut ini juga dikenal dengan sebutan "sayuran rambut", digunakan sebagai bihun yang dimakan dengan kaldu atau sup.

Hidangan ini sering muncul pada Malam Tahun Baru untuk berdoa memohon keberuntungan dan kemakmuran karena Fat Choy terdengar seperti kata "kemakmuran" dalam bahasa Mandarin. Saat ini, alga biru-hijau kering menjadi camilan populer dan menjadi tren di seluruh negeri berpenduduk satu miliar jiwa ini karena metode penyajiannya yang inovatif.

dk7597697i9k.jpg
Selama Halloween baru-baru ini, banyak kreator konten memanfaatkan tren makan 'sayuran rambut' untuk menarik perhatian. Foto: OC

Oleh karena itu, alih-alih membuat mi, beberapa warung kaki lima di Chengdu memanggang gumpalan alga biru-hijau di atas kompor, lalu menambahkan sedikit saus pedas untuk menciptakan rasa. Dari segi tampilan, pengunjung tampak seperti sedang mengunyah seikat rambut hitam. Kebanyakan orang setelah mencoba hidangan ini menganggapnya tidak terlalu buruk.

Bakso bakar asin Cina 373040362_983406036271818_6438899720118614176_n 1693995979 64 width740height416.jpg
Tren makan batu panggang memang pernah menimbulkan kontroversi. Foto: SCMP

Tahun lalu, tren makan batu bakar juga menjadi tren di media sosial Tiongkok. Hidangan ini berasal dari sebuah kedai makanan kaki lima di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Kerikil yang digoreng dengan cabai dan bawang putih menjadi makanan jalanan yang populer di pasar malam di provinsi Hunan, Cina.