Manfaat Utama Tuna untuk Kesehatan
Membantu mencegah penyakit jantung
Karena mengandung omega 3, lemak sehat yang memiliki efek anti-inflamasi, tuna membantu mengendalikan kadar kolesterol "jahat", LDL, dalam darah, mencegah penyakit jantung seperti serangan jantung, aritmia, dan gagal jantung.
Meningkatkan pertambahan massa otot
Karena kaya akan protein, tuna merupakan ikan yang berperan dalam pembentukan sel otot, meningkatkan pertambahan massa otot, dan mencegah hilangnya otot.
Mencegah anemia
Dengan jumlah vitamin B12 yang optimal, nutrisi yang terlibat dalam pembentukan sel darah, tuna membantu mencegah anemia megaloblastik, sejenis anemia di mana sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang lebih besar dari normal dan sel darah putih serta trombosit yang lebih kecil.
Menjaga kesehatan sel saraf
Tuna membantu menjaga kesehatan sel saraf karena kaya akan vitamin B12, nutrisi yang bekerja pada fungsi sel sistem saraf pusat.
Selain itu, vitamin B2 yang ditemukan dalam ikan tuna juga membantu menyeimbangkan kadar homosistein dalam tubuh, asam amino yang, dalam jumlah tinggi, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer, demensia, dan penurunan kognitif.
Menjaga kesehatan tiroid
Karena kaya akan mineral selenium, tuna membantu menjaga kesehatan tiroid dengan mengubah hormon tiroid T4 menjadi T3, mengatur kadarnya dalam tubuh.
Oleh karena itu, tuna dapat membantu mengurangi risiko masalah tiroid.
Mencegah osteoporosis
Karena merupakan ikan yang kaya akan vitamin D dan fosfor, nutrisi penting untuk penyerapan kalsium dan fosfor dalam usus dan menjaga kesehatan tulang, tuna membantu mencegah patah tulang dan osteoporosis.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tuna membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena mengandung vitamin D, selenium, dan protein, nutrisi yang melindungi dan meningkatkan fungsi sel pertahanan.
Menjaga kesehatan kulit
Omega 3 yang ditemukan dalam tuna adalah lemak sehat yang membantu menjaga kesehatan kulit dengan mempertahankan lapisan pelindung alami, mencegah hilangnya air dan meningkatkan hidrasi kulit, menjadikan kulit kenyal dan lembut.
Vitamin D, di sisi lain, bekerja dengan mengatur pembentukan keratinosit, sel yang bertanggung jawab untuk melindungi dan melembabkan kulit.
Mencegah masalah mata
Tuna membantu mencegah masalah mata seperti mata kering dan degenerasi makula karena mengandung omega 3, lemak sehat yang mencegah peradangan dan merangsang produksi air mata untuk membantu mencegah mata kering.
Mengurangi risiko kanker
Tuna membantu mengurangi risiko kanker, karena omega 3 dan selenium memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi, mencegah kerusakan sel-sel sehat dalam tubuh, yang dapat menyebabkan pertumbuhan tumor.
Klasifikasi jenis utama tuna
Tuna sirip biru : dianggap sebagai "raja tuna". Jenis tuna ini tumbuh hingga 2 meter panjangnya dan beratnya bisa mencapai 700 kg;
Tuna sirip kuning, atau tuna putih: spesies ini dapat tumbuh hingga panjang 208 cm dan berat hingga 176 kg;
Tuna albacore : ditemukan di semua lautan, memiliki ukuran maksimum 140 cm dan berat hingga 40 kg.
Tuna ini bisa dijual segar. Selain itu, tuna juga dijual dalam bentuk kalengan atau olahan.
Apakah tuna kaleng sehat?
Tuna kalengan adalah produk yang terbuat dari jenis tuna apa pun, fillet atau irisan, dan sering dibumbui dengan air, atau minyak dan garam, yang membantu mengawetkan makanan lebih lama.
Tuna kalengan juga dapat berisi bahan-bahan lain seperti saus, rempah-rempah, dan herba.
Secara umum, tuna kaleng itu sehat, karena memiliki kandungan protein, omega 3, selenium, dan vitamin D yang baik.
Namun, karena tuna kalengan mengandung natrium dalam jumlah tinggi, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan sering dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengutamakan mengonsumsi ikan tuna segar atau bahkan memilih versi kalengan yang rendah sodium.
Tabel berikut berisi informasi gizi untuk 100g tuna segar dan kalengan:
Bahan | Jumlah dalam 100g tuna segar | Jumlah dalam 100g tuna kaleng, dalam air |
Energi | 144 kalori | 128 kalori |
Protein | 23,3 gram | 23,6 gram |
Total lemak | 4,9 gram | 2,97 gram |
Omega 3 | 1,37 gram | 1,05 gram |
Fosfor | 254 mg | 217 mg |
Selen | 36,5 mcg | 65,7 mg |
Vitamin B12 | 9,43 mcg | 1,17 mcg |
Vitamin D | 5,7 mcg | 2mcg |
Vitamin A | 655 mcg | 6 mcg |
Sodium | 39 mg | 377 mg |
Bolehkah ibu hamil makan tuna?
Ya, ibu hamil boleh makan tuna. Namun, beberapa jenis tuna mengandung merkuri tingkat tinggi, mineral yang beracun bagi tubuh.
Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari ikan tuna mata besar dan tuna sirip biru, serta hanya boleh mengonsumsi 170 g tuna putih (tuna sirip kuning) per minggu.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/nhung-ai-khong-nen-an-ca-ngu-dong-hop.html
Komentar (0)